Persiapan Menyambut Calon Buah Hati

Bukan hanya para bunda yang mengalami kecemasan pasca hadirnya si buah hati, para ayah pun ternyata terkadang mengalami kecemasan akan peran baru mereka. Namun jangan kuatir, kebersamaan dengan si kecil akan mengatasi kecemasan Anda.

Bagi Anda para ayah, mungkin bertanya-tanya, mengapa saya tidak merasakan perasaan seperti yang dirasakan istri saya terhadap si kecil? Apakah si kecil menyukai saya? Apakah saya bisa menjadi seorang ayah yang baik? Apakah saya bisa memenuhi kebutuhan finansial keluarga? Atau Anda mungkin merasa stres karena rutinitas dan kebiasaan Anda dan istri menjadi berbeda.

Jangan khawatir, para ayah biasanya membangun hubungan dengan si kecil dengan cara mereka sendiri. Memang pada awalnya, munkin akan sulit mendapatkan respon dari si kecil. Namun jangan putus asa dan berkecil hati karenanya. Lambat laun, si kecil akan memberikan senyum dan anggukan kepalanya kepada Anda.

Tahun-tahun pertama memang biasanya ibu yang menjadi fokus perhatian si kecil. Namun Anda bisa memanfaatkan momen bermain di taman hiburan dengan si kecil untuk mempererat hubungan Dan ketika Anda dipusingkan dengan urusan popok, susu, dan makanan, ambillah peran ayah di taman bermain. Pastinya itu akan lebih melegakan dan menyenangkan untuk ayah.

Kadang muncul juga ketakutan dari para ayah apakah bisa menjadi seorang ayah yang baik? Takut kalau-kalau melakukan kesalahan sebagai seorang ayah. Itu adalah hal yang sangat alami. Yang pastinya, niat Anda menjadi seorang ayah yang baik harus cukup kuat. Temukan dulu, Anda ingin menjadi seorang ayah yang seperti apa? Ayah yang baik bukan berarti ayah yang sempurna.

Siap pada perubahan

Yang pastinya, memiliki anak berarti Anda harus siap kehilangan sedikit perhatian dari istri Anda. Seringkali para ayah merasa cemburu dengan si kecil karena perhatian yang diberikan istri kepada suami menjadi berkurang dan perhatian tersebut dilimpahkan kepada si kecil yang baru hadir. Inilah salah satu persiapan mental seorang ayah, agar tidak stres ketika si kecil hadir.

Sumber stres dan depresi seorang ayah juga bisa muncul karena Anda tidak mendapatkan tidur yang cukup dan harus menghadapi ritual yang berbeda, seperti membantu mengganti popok dan memberi makan, di samping pekerjaan Anda sehari-hari.

Kecemasan dan ketakutan memang merupakan hal yang wajar yang dialami ayah baru, terutama ketika istri tidak lagi bisa terlalu fokus pada kebutuhan Anda. Kecemasan akan peran sebagai ayah, perlindungan terhadap si kecil, pendidikannya kelak, masalah keamanan finansial, dan sebagainya, sangat mungkin terjadi.

Dan membangun hubungan antara ayah dengan anak memang membutuhkan proses, tidak secara instan. Jadi Anda harus bersabar dan teruslah mendampingi si kecil ketika ia membutuhkan Anda.

About these ads

Comments are closed.